Kemajuan sains dan teknologi telah
memberikan kemudahan-kemudahan dan kesejahteraan bagi kehidupan manusia
sekaligus merupakan sarana bagi kesempurnaan manusia sebagai hamba Allah dan
khalifah-Nya karena Allah telah mengaruniakan anugerah keni’matan kepada
manusia yg bersifat saling melengkapi yaitu anugerah agama dan keni’matan sains
teknologi.
Ilmu pengetahuan dan teknologi
merupakan dua sosok yg tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ilmu adalah
sumber teknologi yang mampu memberikan kemungkinan munculnya berbagai penemuan
rekayasa dan ide-ide. Adapun teknoogi adalah terapan atau aplikasi dari ilmu yg
dapat ditunjukkan dalam hasil nyata yg lebih canggih dan dapat mendorong manusia
untuk berkembang lebih maju lagi.
Sebagai umat Islam kita harus
menyadari bahwa dasar-dasar filosofis utk mengembangkan ilmu dan teknologi itu
bisa dikaji dan digali dalam Alquran sebab kitab suci ini banyak mengupas
keterangan-keterangan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh a
dalah firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya ayat 80 yang artinya “Telah kami ajarkan
kepada Daud membuat baju besi utk kamu guna memelihara diri dalam peperanganmu.”
Dari keterangan itu jelas sekali bahwa manusia dituntut untuk berbuat
sesuatu dengan sarana teknologi. Sehingga tidak mengherankan jika abad ke-7 M
telah banyak lahir pemikir Islam yang tangguh produktif dan inofatif dalam
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tetapi sangat disayangkan bahwa
kemajuan-kemajuan itu tidak sempat ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya
sehingga tanpa sadar umat Islam akhirnya melepaskan kepeloporannya. Lalu bangsa
Barat dengan mudah mengambil dan menransfer ilmu dan teknologi yang dimiliki
dunia Islam dan dengan mudah pula mereka membuat licik yaitu membelenggu para
pemikir Islam sehinggu sampai saat ini bangsa Baratlah yang menjadi pelopor dan
pengendali ilmu pengetahuan dan teknologi.
menurut catatan sejarah bangsa Barat berhasil
mengambil khazanah ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan lebih dahulu oleh
kaum muslimin kemudian mereka mengembangkannya di atas paham materialisme tanpa
mengindahkan lagi nilai-nilai Islam sehingga terjadilah perubahan total sampai
akhirnya terlepas dari sendi-sendi kebenaran.
Para ilmuwan Barat dari abad ke abad kian
mendewa-dewakan rasionalitas bahkan telah menuhankan ilmu dan teknologi sebagai
kekuatan hidupnya. Mereka menyangka bahwa dengan iptek mereka pasti bisa
mencapai apa saja yang ada di bumi ini dan merasa dirinya kuasa pula
menundukkan langit bahkan mengira akan dapat menundukkan segala yang ada di bumi dan langit. Sehingga tokoh-tokoh
mereka merasa mempunyai hak untuk memaksakan ilmu pengetahuan dan teknologinya
itu kepada semua yang ada di bumi agar mereka bisa mendikte dan memberi
keutusan terhadap segala permasalahan di dunia.
Peradaban modern adalah hasil kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang gemilang yang telah dicapai oleh manusia setelah diadakan
penelitian yang tekun dan eksperimen yang mahal yang telah dilakukan selama
berabad-abad. Maka sudah sepantasnya kalau kemudian manusia menggunakan
penemuan-penemuannya itu guna meningkatkan taraf hidupnya. Kemajuan teknologi
secara umum telah banyak dini’mati oleh masyarakat luas dengan cara yang belum
pernah dirasakan bahkan oleh para raja dahulu kala. Makanan lebih ni’mat dan
beraneka ragam pakaian terbuat dari bahan yang jauh lebih baik dan halus
sarana-sarana transportasi dan komunikasi yang kecepatannya amat mengagumkan
gedung dan rumah tempat tinggal dibangun dengan megah dan mewah.



